Di Kepulauan Bangka Belitung, di sinilah dia menempa karakter baja.
Pakaian merahnya adalah sungai darah yang mengalirkan semangat belajar.
Senyum tulusnya adalah mata air kejernihan di gurun kebingungan.
Dia tak hanya mengajarkan puisi dan kata, tapi juga tentang hidup.
Tangan yang melambai adalah ajakan untuk terbang, tanpa takut terjatuh.
Sebagai penjaga gerbang budaya di tanah lada yang wangi.
Dia menanamkan akar-akar nilai yang kuat agar tak roboh ditiup zaman.
Lambaian tangannya adalah jangkar bagi hati yang bingung.
Menunjuk arah pelabuhan kebenaran, kejujuran, dan kebaikan.
Pangkalpinang 2/11/2026
Terimakasih sudah memberikan masukan dan saran
EmoticonEmoticon