Oleh: Agus Bactiar K, S.Pd (Guru SMP Negeri 3 Toboali) Senin, 19 Oktober 14:58 WIB
![]() |
| Ilustrasi Pengharapan Guru Non ASN (Sumber:MetaAi) |
Katanya lancar mengalir,
kabarnya akan indah bergulir,
tapi nyatanya semrawut...
carut-marut!
Kata valid menjadi horor,
tak linier bagaikan teror.
Bulan berganti tak ada solusi,
selalu saja kau repetisi.
Kami ini manusia sungguhan,
bukan alat bantu atau mainan.
Keringat kami nyata mengucur,
tetapi nasib yang kurang mujur.
Jangan paksa kami curiga
pada permainan di atas sana:
otak-atik cerdik mengolah uang,
agar berbunga tumbuh berkembang.
Semoga saja kami keliru,
kau putar dana berbagai penjuru.
Apa memang tak mampu lagi,
hingga kau selalu bermain strategi?
Jika ini perkara teknis,
semestinya ada solusi praktis,
bukan terulang setiap bulan;
ciptakan gundah tak berakhiran.
Wahai Tuan-tuan...
banyak orang yang menantikan
terobosan cerdas, lugas, dan bernas,
bukan kau duduk di kursi malas!
Ini masalah upah profesi,
jangan tercampur politisasi.
Kami trauma janji manis,
wacana indah berakhir miris.
Penghargaan negara tersedat-sendat,
semacam pipa tersumbat karat.
Organisasi kami terbungkam sepi,
seperti jagoan kehilangan taji.
Jabatan guru profesi mulia
Setara begawan penuh wibawa
Namun terjerat aturan murah
Bertambah hari semakin parah
Pikirkan sejenak dengan hikmat:
keluarga kami sudah berhemat,
banyak rencana tersusun rapi,
semua terjeda manisnya janji.
Bangka Selatan, 18 Oktober 2026
Sang Peramu Aksara
(Agus Bachtiar K.)
Terimakasih sudah memberikan masukan dan saran
EmoticonEmoticon