-->

Mimpi Tercekik

- 05.00
advertise here
Oleh: Livia Amanda Putri (Siswi Kelas XI Jurusan Tata Busana, SMK Negeri 4 Pekanbaru) Jum'at 23 Oktober 2026, 05:00 WIB

Ilustrasi Mimpi Tercekik (Sumber: MetaAi)


Pagi menyulam asa,
Buku terbuka menyapa,
Namun asap merampas cahaya,
Hutan merintih terluka.

Langit menangis kelabu,
Asap menari memburu,
Napas tersandera abu,
Mata memerah pilu.

Di rumah kami belajar,
Di balik jendela yang bergetar,
Buku terbuka, pikiran buyar,
Cita-cita nyaris terbakar.

Ada tubuh yang menggigil,
Ada napas yang mengecil,
Asap mengepung tanpa henti,
Harapan terkurung sunyi.

Wahai pemimpin, dengarlah jeritan,
Kami mendamba perlindungan,
Jangan biarkan janji berhamburan,
Tunjukkan aksi, pulihkan kehidupan.

Hutan bukan sekadar kayu,
Ia paru-paru yang membiru,
Jangan biarkan hijau berlalu,
Demi keuntungan yang semu.

Hentikan api, padamkan nestapa,
Pulihkan langit, bangkitkan asa,
Jangan biarkan mimpi binasa,
Selamatkan hutan, selamatkan bangsa.

Pekanbaru, 23/10/2026

Terimakasih sudah memberikan masukan dan saran
EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search

Catatan: