Oleh: Indra Pirmana, S.Pd (Guru SMP Negeri 5 Payung) Minggu, 25 Oktober 2026, 07:32 WIB
![]() |
| Ilustrasi Bara Tak Kunjung Padam (Sumber:MetaAi) |
Kemarau yang mencekam
percikan api terbawa angin,
meluas ke seluruh penjuru,
kecerobohan sesaat memakan korban.
Melenyapkan sang penjaga alam
gambut berubah hitam.
Pohon-pohon raksasa tumbang,
melahap kayu tanpa ragu
melahap kayu tanpa permisi
kini masih menjadi bara.
Asap pekat terhirup tajam membumbung tinggi ke udara
menutup penguasa alam yang akan menyinari bumi
jeritan alam tak terdengar lagi, hening seketika.
Situasi memanas dan gelisah membungkus
tinggal kenangan manis yang memesona
kenangan pahit menjadi bukti,
Kabar duka terus melanda.
Korban sesak naik turun grafiknya
bahkan tak begitu jelas berapa jumlahnya.
Berita terbawa angin sampai ke meja kekuasaan
Bersabar …
Sedang penanganan!
Bersabar …
Proses lagi dilaksanakan!
Bersabar …
Si jago merah sedang dijinakan
Bersabar …
Entah sampai kapan?
Api kian menguasa menelan hutan dan seisinya,
“semua menjerit.”
“Semua sakit”
Namun, suara-suara itu hanya penuh harap
Karena tak tahu sampai kapan akan tertolong?
Note: Menggambarkan kegelisahan
karena bara tak kunjung padam walaupun penanganan sudah dilaksanakan. Hal
tersebut karena kemarau panjang menjadi penyebab utamanya sehingga api mudah
meluas.
Terimakasih sudah memberikan masukan dan saran
EmoticonEmoticon