Oleh: Muhammad Habibi Al-Fatih (Siswa SD Negeri 25 Toboali) Kamis, 5 November 2026, 19:03 WIB
![]() |
| Ilustrasi Rumah Angker (Sumber: MetaAi) |
Hari mulai sore tetapi Dika dan Riki belum pulang dan ada cerita
hantu di hutan yang mereka datangi. Dika pun bertanya ke Riki.
“Riki kita dimana?” tanya Dika.
“Aku juga tidak tahu kita dimana,” jawab Riki.
Mereka terus berjalan sampai malam tiba, saat itulah Dika melihat rumah di tengah hutan.
“Hey Riki lihat ada rumah, kita bermalam disitu yuk,” ajak Dika.
“Rumah itu? Yakin? nanti kalau ada hantu gimana?” tanya Riki.
“Ee....ya kita bacain ayat
kursi lah apa susah nya.” jawab Dika.
“Yaudah ayo tapi pelan-pelan ya aku takut,” kata Riki.
Sejenak berjalan mereka mulai dekat dengan rumah itu, tapi tiba-tiba ada kayu jatuh “brak” mereka sempat takut tapi hari sudah malam jadi mereka berlari sekencang-kencang nya.
Sesampainya di rumah itu mereka lansung masuk.
“Dika kita sudah sampai ayo masuk!” ajak Riki.
“Ayo, semoga aman.” kata Dika.
“Hihihi…Hihihi…Hihih…” Dika menakut-nakutin Riki.
“Dika jangan nakut-nakutin, nanti kupukul punggungmu!” kata Riki
dengan marah.
“Iya-iya maafin aku ya.” kata Dika.
“Iya kumaaffin, tapi jangan diulangi!” jawab Riki.
Mereka berdua kemudian mencari tempat yang dianggap nyaman di rumah itu untuk beristirahat dan langsung merapikannya.
Setelah selesai, mereka memberanikan diri untuk menelusuri rumah tersebut dan tiba-tiba ada seseorang dari kejauhan.
“Halo siapa itu?.” tanya Dika dan Riki.
“Saya pemilik rumah ini, apa yang sedang kalian lakukan di rumahku?”
tanya pemilik rumah.
“kita tadi tersesat di hutan dan kami menemukan rumah ini, jadi
kukira tidak ada orang!” jawab Dika dengan penuh percaya diri.
“Oh kalau begitu tidak apa-apa, yang penting jangan bicara yang
aneh-aneh.” kata pemilik rumah.
Setelah mendengar jawaban sang pemilik rumah mereka kembali ketempat yang telah mereka rapikan untuk tidur.
Saat pagi datang, mereka ingin berpamitan kepada sang pemilik rumah dan anehnya sang pemilik sudah tidak ada walupun sudah dicari keseluruh penjuru rumah.
“Dika dia dimana ya, kok gak ada?” tanya Riki heran.
“Apa jangan-jangan dia hantu?" jawab Dika.
“Kalau hantu ayo lari sekarang.” ajak Riki.
“Ayoooo lari” kata Dika sambil tergesa-gesa berlari meninggalkan rumah tersebut.
Sesampainya di rumah, Dika dan Riki menceritakan semua kejadian yang mereka alami kepada orangtuanya dan berjanji tidak akan lagi bermain hingga sore hari.
Dika dan Riki pun mendapat omelan dari kedua orangtuanya sembari terus mengatakan:
“Alhamdulillah kamu selamat nak”, Alhamdulillah…”
(Tamat)
Terimakasih sudah memberikan masukan dan saran
EmoticonEmoticon