Oleh: Indra Pirmana, S.Pd (Guru SMP Negeri 5 Payung) Rabu, 23 September 2026, 06:19 WIB
![]() |
| Ilustrasi Menulis Versi AI vs Manual (Sumber: MetaAI) |
Berikut adalah perbandingan langsung mengenai kepuasan dari kedua metode tersebut:
Metode Menulis Menggunakan AI
1. Hasil cepat
Dalam hitungan detik sudah menjadi tulisan. Apalagi mengejar target, walau pun hasilnya bagus namun tingkat kepuasan tidak seutuhnya.
2. Mengatasi Hambatan
Memberikan kepuasan secara instan.
Metode Menulis Tanpa AI
1. 1. Hasil tidak instan
Memerlukan proses dan pencapaian dalam
mencapai tujuan dalam merangkai kata demi kata secara mandiri di mulai dari
huruf, kata, kalimat, sehingga menjadi sebuah paragraf.
2. 2. Lambat
Membutuhkan waktu lebih lama, namun
setiap hasil akan terasa lebih puas yang luar biasa.
Mengapa menulis tanpa AI sangat terasa memuaskan?
Karena, menulis manual melibatkan proses-proses yang begitu lama. Saat menulis
dan menuangkan pikiran sendiri ke
tulisan yang lagi disusunnya. Namun tetap harus didampingi buku bacaan yang
relevan sesuai topik yang akan ditulis.
Selain itu ada dampak menulis menggunakan AI secara keseluruhan akan membuat seseorang jarang membaca dan akan menyebabkan menurunnya kemampuan berpikir kritis kemudian melemahnya tingkat literasi.
Dampak Negatif Ketergantungan AI dan Malas Membaca
- Menurunnya minat baca secara
perlahan karena beranggapan bahwa dengan AI menulis akan cepat selesai. AI
dijadikan sebagai jalan pintas sehingga jarang membaca buku.
- Melemahnya pemahaman kosakata
sehingga kurangnya membaca teks asli dan akan kesulitan memahami konteks
informasi secara mendalam.
- Berpikir kritis akan berkurang
karena AI, proses membaca dan menganalisis teks secara mandiri maupun
menyaring informasi menarik kesimpulan sendiri akan tidak efektif.
- Ketergantungan pada ringkasan atau jawaban siap saji dalam menyelesaikan masalah secara mandiri.
Fungsi Buku Referensi dalam Menulis
- Memvalidasi Data: Memberikan
landasan fakta dan teori yang akurat agar tulisan tidak bersifat
subjektif.
- Menghindari plagiarisme: Menjadi bukti otentik pengakuan atas ide atau data milik penulis lain yang dicantumkan.
Berdasarkan pengalaman menulis menggunakan AI sepenuhnya dan secara manual dengan menggunakan buku sumber, terdapat perbedaan dalam tingkat kepuasan dan proses pengerjaannya.
Menulis
menggunakan AI memberikan kemudahan, kecepatan, serta membantu dalam menyusun
dan mengembangkan ide. Prosesnya menjadi lebih praktis karena informasi dan
susunan tulisan dapat diperoleh dalam waktu yang relatif singkat.
Sementara itu, menulis secara manual dengan menggunakan buku sumber membutuhkan waktu yang lama apalagi dalam merangkai kata menjadi kalimat yang mudah dipahami. Penulis harus mencari informasi, membaca sumber, mencatat hal-hal penting, kemudian menyusun tulisan dengan pemahaman sendiri.
Meskipun prosesnya lebih lama, cara ini dapat
memberikan pengalaman belajar yang lebih mendalam serta membantu meningkatkan
kemampuan berpikir kritis dalam memahami suatu informasi.
Dengan demikian, kepuasan dalam menulis bergantung pada tujuan dan kebutuhan penulis. AI memberikan kemudahan di era digital ini, sedangkan penulisan manual dengan buku sumber memberikan pengalaman belajar dan keterlibatan yang lebih besar dalam proses penulisan.
Kendati begitu, pada dasarnya tidak ada larangan sepenuhnya dalam menulis menggunakan AI, tetapi AI hanya sebagai contoh bukan untuk disalin secara utuh.
Penggunaan keduanya secara seimbang dapat menjadi pilihan yang efektif, yaitu memanfaatkan AI sebagai alat bantu tanpa menghilangkan proses membaca, memahami, dan mengolah informasi terlebih jika disandingkan dengan buku yang relevan sebagai acuan dan sudah Ber-ISBN sebagai bahan tulisan yang akan dituangkan terlebih dengan buku akan mempermudah dalam mencantumkan daftar pustaka.
Penulis tinggal di Payung Bangka Selatan.
Terimakasih sudah memberikan masukan dan saran
EmoticonEmoticon