Oleh: Ummi Sulis (Guru SD Negeri 3 Pulau Besar)
20 September 2026, 20:59 WIB
![]() |
| Anak-Anak Menganati Video Teori Penciptaan |
Sabtu adalah hari kebebasan bagi kedua beradik, Abang Avicenna dan Adek. Keduanya sering menggunakan masa liburan akhir pekan itu untuk bermain atau memancing.
Kali ini mereka cuma di rumah saja menonton vidio tokoh penemu di laptop Abi. Keduanya asyik memperhatikan film yang memaparkan tokoh muslim yang mematahkan dan membongkar penipuan teori evolusi Charles Darwin. Itulah teori kreasionisme.
Teori ini digagas oleh Harun Yahya yang gagasan memandang penciptaan dari sudut keagamaan. Teori ini menyatakan bahwa seluruh alam semesta dan makhluk hidup diciptakan secara langsung oleh Allah melalui "rancangan cerdas" (intelligent design), sebagai tandingan mutlak terhadap teori evolusi Charles Darwin.
"Ternyata Charles Darwin itu mengambil rahang nyemot untuk melengkapi rahang manusia purba agar terlihat seperti manusia kera," komentar Abang.
"Nyemot?" tanya Adek. "Kera, kali, sebangsa monyet. Apa itu nyemot?"
"Bahasa prokemnya monyet jadi nyemot, Dek, biar terlihat sopan," jelas Abang.
"Ish, tetap saja, kayak bahasanya anak-anak sekarang sering bilang anjay dan anjir. Tetep aja gak sopan, Bang!" cibir Adek. "Bahkan, kalau kedengeran Ummi bilang gitu malah ditabok mulutnya," lanjutnya sambil cengengesan.
"Ya udah, lanjut lagi gak nontonnya? Tentang ilmuwan muslim penemu angka nol." Abang memberi pilihan.
"Iya, lanjut. Nanti sore aja main sepedanya. Sekarang masih panas." Adek memberi saran.
Lalu mereka asyik menonton. Ilmuwan matematika muslim yang merupakan peletak dasar penggunaan nol pada komputer. Dialah Al-Khawarizmi. Dia adalah ilmuwan Muslim yang mempopulerkan dan mengembangkan angka nol ke dalam sistem bilangan Hindu-Arab.
Al-Khawarizmi juga menulis karya tentang aljabar dan aritmatika yang menjadi dasar matematika modern. Membuat angka nol berguna dalam teknologi komputer dan sistem biner saat ini.
Mereka berdua terlalu asyik menonton, sampai Ummi berdiri di belakang mereka pun tak tampak. Terdengar decak kagum dari mulut keduanya, takhenti berkata keren, bangga menjadi muslim.
"Wah, asyik sekali ya, nontonnya, Ummi datang gak ada yang melihat," ucap Ummi. Spontan kedua anak itu menoleh sambil cengengesan.
"Ummi datang gak diundang," cibir Adek.
"Heh, emang jelangkung?" Abang nyambung.
"Sudah belum nontonnya, laptop mau dipakai." Tiba-tiba Abi muncul.
"Eh, bentar, Bi, sekalian menyelesaikan film ini. Durasinya tinggal dikit lagi tuh." Abang memperlihatkan garis lurus di bawah film yang menandakan sebentar lagi filmnya selesai.
"Tuh, selesai," lanjut Adek.
"Eh, coba Ummi tanya, 0 dikurang 1 bisa gak?"
"Enggaklah, barangnya gak ada terus mau diambil 1, apa yang mau diambil?" jawab Adek bingung.
"Kalau konsep bilangan bulat, berarti gak punya duit, terus ngambil 1 berarti utang 1, alias -1. Pelajaran kelas 5 itu." Abang menjawab jumawa.
"Keduanya benar." Tiba-tiba Abi datang dan mengambil laptop
"Kok, benar semua?" Adek bingung.
"Ya, benar menurut konsep kelas rendah dan kelas tinggi." Ummi menambahkan.
"Mi, berapa hasil 2:0?" tanya Abang.
"Kalau menurut Abang, berapa jawabannya?" tanya Ummi balik.
"Kalau dari yang Abang baca tadi, jawabannya tidak terdefinisi." jawab Abang.
"Kok, tidak terdefinisi?" Adek bingung.
"Kan pembagian ada hubungannya dengan perkalian. Kalau 2:0 itu artinya 0x...=2? Coba jawab, 0 dikali berapa hasilnya 2?
Kalau 8:2 = 4 artinya 2 x 4= 8
Kalau 2:0 =... artinya 0 x...= 2
Kan gak ada? Iya Mi?"
"Wah, keren, Abang. Berarti salah satu manfaat medsos itu adalah untuk belajar. Dan jawaban Abang tadi tepat sekali." Ummi mengacungkan dua jempol. Sedangkan Abang memainkan kedua alisnya turun naik. Adek memandang dengan ekor matanya tanda masih belum jelas. Tetapi semuanya merasa bahwa nilai positif medsos adalah untuk belajar melihat hal benar karena banyak konten pendidikan yang bisa kita pelajari.
Terimakasih sudah memberikan masukan dan saran
EmoticonEmoticon